Moinews.my.id — Makassar, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 5 Makassar tahun ini tidak hanya menjadi ajang memperkenalkan lingkungan belajar kepada peserta didik baru. Lebih dari itu, sekolah mengintegrasikan program “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” sebagai bagian dari implementasi MPLS Ramah 2026 untuk membentuk karakter positif sejak hari pertama memasuki dunia pendidikan menengah.
Sebanyak 432 peserta didik baru mengikuti kegiatan yang dibuka pada Senin (13/7/2026) di lingkungan SMAN 5 Makassar, Jalan Taman Makam Pahlawan, Kecamatan Panakkukang. Seluruh rangkaian kegiatan disusun mengacu pada petunjuk teknis Kementerian Pendidikan melalui Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dengan mengedepankan prinsip sekolah yang aman, inklusif, ramah anak, serta bebas dari praktik perpeloncoan, senioritas, dan kekerasan.
Kepala SMAN 5 Makassar, Dr. Sudirman Kadir, S.Pd., M.Pd., M.M., menegaskan bahwa pembentukan karakter menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan MPLS tahun ini. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kebiasaan positif yang dibangun sejak dini.
“MPLS Ramah 2026 fokus pada pembentukan karakter. Kami ingin sejak hari pertama anak-anak memahami bahwa sekolah adalah rumah kedua yang aman, ramah anak, serta menolak segala bentuk bullying dan kekerasan,” ujar Sudirman.
Ia menjelaskan, salah satu penguatan yang diberikan kepada peserta didik baru adalah penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yang meliputi disiplin bangun pagi, berolahraga melalui Senam Indonesia Ceria, mengonsumsi makanan bergizi, menghormati guru dan orang tua, membudayakan gemar membaca, menjaga kebersihan lingkungan, serta membiasakan hidup sehat dalam aktivitas sehari-hari.
Program tersebut diharapkan menjadi budaya sekolah yang terus diterapkan selama peserta didik menempuh pendidikan di SMAN 5 Makassar.
Selain pembiasaan karakter, peserta didik juga diperkenalkan dengan sistem pembelajaran, layanan kesiswaan, kehumasan, sarana dan prasarana sekolah, serta berbagai program pengembangan diri. Beragam organisasi dan kegiatan ekstrakurikuler, seperti OSIS, Palang Merah Remaja (PMR), Pramuka, hingga klub akademik turut diperkenalkan sebagai ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat, minat, dan jiwa kepemimpinan.
“Silakan pilih kegiatan yang sesuai dengan potensi kalian. Sekolah memberikan ruang seluas-luasnya agar setiap siswa dapat berkembang, baik di bidang akademik maupun nonakademik,” kata Sudirman.
Pada Tahun Ajaran 2026/2027, SMAN 5 Makassar menerima 432 peserta didik baru yang terbagi ke dalam 12 rombongan belajar, masing-masing berisi 36 siswa. Dengan komposisi tersebut, sekolah optimistis proses pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif sekaligus mendukung pembinaan karakter secara optimal.
Menutup kegiatan pembukaan MPLS, Sudirman mengajak seluruh peserta didik baru menjadikan masa sekolah sebagai kesempatan untuk terus belajar, berprestasi, dan mengembangkan potensi diri.
“Jadikan SMAN 5 Makassar sebagai tempat mengukir prestasi. Kami berharap kalian mampu mengharumkan nama sekolah, tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga nasional hingga internasional,” pesannya.
Melalui integrasi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dalam MPLS Ramah 2026, SMAN 5 Makassar menegaskan bahwa pendidikan karakter bukan sekadar materi pengenalan di awal tahun ajaran, melainkan fondasi utama dalam membentuk generasi yang disiplin, berakhlak, peduli terhadap sesama, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (*/R3)






