Workshop Kewirausahaan dan Digital Branding Diikuti Oleh Pelaku UMKM dan Pengurus UKM IKM Nusantara

Tantangan terbesar UMKM saat ini bukan lagi kurangnya pengetahuan, melainkan minimnya pendampingan pasca pelatihan.

Sekretaris DPW UKM IKM Nusantara Sulsel, Saharuddin, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan organisasi profesi.

Moinews.my.id — Makassar, Menandai pergeseran fokus pemberdayaan dari sekadar pelatihan teoritis menuju pendampingan berbasis hasil (outcome), UPT Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Sulawesi Selatan dan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) UKM IKM Nusantara Provinsi Sulawesi Selatan menandatangani komitmen bersama di Makassar, Kamis (10/9/2026).

Penandatanganan ini dilakukan di sela-sela Workshop Kewirausahaan dan Digital Branding yang diikuti ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) se-Kota Makassar. Kolaborasi strategis ini bertujuan memutus rantai program pemberdayaan yang sering kali berhenti pada seremoni dan sertifikat, dengan menjamin adanya tindak lanjut berupa akses pasar, legalitas, hingga permodalan.

Kepala UPT PLUT Sulsel, Luqman Abdul Aziz Halim, menegaskan bahwa tantangan terbesar UMKM saat ini bukan lagi kurangnya pengetahuan, melainkan minimnya pendampingan pasca pelatihan.

“Kami tidak ingin peserta hanya pulang membawa sertifikat. Melalui komitmen ini, UPT PLUT Sulsel dan DPW UKM IKM Nusantara berjanji untuk mengawal penerapan ilmu secara nyata. Ukuran keberhasilan kami bukan jumlah kehadiran, tetapi peningkatan omzet, perluasan jaringan, dan keberlanjutan usaha peserta,” ujar Luqman.

Workshop yang digelar di Kantor UPT PLUT Sulsel, Jalan Metro Tanjung Bunga, tersebut menghadirkan praktisi langsung sebagai narasumber, termasuk Konsultan Pemasaran Digital Wiwik Amelia dan Ketua DPW UKM IKM Nusantara Sulsel, Gethanita Syam. Materi difokuskan pada penerapan digital branding sebagai strategi bisnis inti bukan sekadar aktivitas media sosial.untuk membangun identitas produk dan kepercayaan konsumen.

Sekretaris DPW UKM IKM Nusantara Sulsel, Saharuddin, yang bertindak sebagai moderator, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan organisasi profesi. “Kolaborasi ini menjembatani kebutuhan riil UMKM, dari perbaikan kemasan, legalitas usaha, hingga koneksi dengan mitra bisnis potensial. Ini adalah ekosistem, bukan sekadar kelas singkat,” jelasnya.

Dengan melibatkan ratusan pelaku usaha, kegiatan ini menjadi indikator tingginya demand terhadap pendampingan berkualitas. kedepan, kedua instansi berkomitmen memantau perkembangan peserta secara berkala untuk memastikan transfer pengetahuan benar-benar berdampak pada peningkatan produktivitas dan daya saing produk lokal Sulawesi Selatan di pasar nasional maupun global. (Timred)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *