google.com, pub-9197373721513323, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Daerah  

Smartwatch Milik Kopilot ATR 42-500 Ditemukan Masih Aktif

Moinews, Pangkep – Tim SAR gabungan berhasil menemukan ponsel milik kopilot pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport, Muhammad Farhan Gunawan. Perangkat tersebut ditemukan di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Minggu, 18 Januari 2026.

Ponsel berjenis iPhone itu dikabarkan ditemukan di sekitar serpihan pesawat saat proses penyisiran lokasi kecelakaan. Ponsel tersebut ditemukan tim SAR gabungan dalam operasi pencarian lanjutan dan kini diamankan oleh pihak kerabat Farhan.

Salah satu kerabat Farhan, Pitri Kaendedes Hasibuan mengungkap adanya aktivitas tidak biasa dari smartwatch yang dikenakan Farhan. Perangkat tersebut disebut masih merekam langkah kaki setelah pesawat dinyatakan jatuh.

Sebelumnya, Pitri mengaku kabar ini diterimanya dari adiknya, Dian, yang saat ini berada di Bulusaraung untuk memantau proses pencarian yang dilakukan oleh tim SAR. Adik Pitri sekaligus kekasih dari Farhan tersebut langsung berangkat ke Makassar usai mendapat kabar pesawat ATR 42-500 mengalami kecelakaan.

Berdasarkan data perangkat, langkah kaki tercatat sejak pagi sebanyak 9.000 langkah dan terus bertambah hingga 13.467 langkah di malam hari. Jumlah langkah yang terus bertambah membuat keluarga berharap Farhan masih bertahan.

“HP (Farhan) itu terhubung ke smartwatch-nya, terus dicek ternyata ada pergerakan langkah kaki Farhan dari pagi jam 06.00 Wita. Ada berapa langkah terus ditambah lagi jam 10.00 Wita sampai malam juga ada,” ujar Pitri.

Keluarga meminta pencarian diperluas dengan tambahan personel dan dukungan udara. Mereka berharap tim SAR memaksimalkan upaya selama masa krusial penyelamatan (golden time) yang hanya berlangsung selama 72 jam atau tiga hari setelah kejadian.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyatakan Lebih dari 1.200 personel telah dikerahkan. “Dalam kurun waktu ‘golden time’ ini, kita mengharapkan ada keajaiban dan tim SAR mampu menemukan seluruh korban,” ucap Syafii dalam konferensi pers di Posko SAR, Pangkep, 19 Januari 2026. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *