google.com, pub-9197373721513323, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Andi Ina Siap Pimpin Golkar Sulsel Jika Dipilih! Targetkan Rebut Kembali Kursi Ketua DPRD

MOINES, MAKASSAR – Bupati Barru dan Plt Bendahara Partai Golkar Sulsel, Andi Ina Kartika Sari, menyatakan kesiapannya untuk memimpin DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan jika mendapatkan amanah dari kader. Hal ini diungkapkan menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sulsel yang akan menentukan ketua baru untuk menghadapi Pemilu 2029.

“Kalau diminta dan dipilih, Bismillah, saya siap. Golkar adalah partai yang membesarkan saya. Golkar itu harga mati bagi saya,” ujar Andi Ina, Kamis (19/2/2026).

Andi Ina menegaskan komitmennya untuk membesarkan Golkar Sulsel jika diberi mandat, serta menyimpan ambisi untuk merebut kembali kursi Ketua DPRD Sulsel yang saat ini dikuasai Partai Nasdem. Ia melihat hasil Pemilu terakhir, di mana Golkar meraih 14 kursi DPRD Sulsel dan berada di posisi kedua setelah Nasdem dengan 17 kursi, sebagai tantangan dan peluang untuk mengembalikan kejayaan Golkar.

Bagi Andi Ina, Partai Golkar bukan sekadar kendaraan politik, melainkan bagian tak terpisahkan dari perjalanan hidupnya. Ia bergabung dengan Golkar sejak 2004 dan telah berproses serta tumbuh bersama partai berlambang pohon beringin tersebut.

“Sejak awal saya berproses di Golkar. Ini bukan hal baru bagi saya,” ungkapnya.

Andi Ina memiliki pengalaman politik yang panjang, tercatat sebagai mantan anggota DPRD Sulsel selama tiga periode dan pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Sulsel pada periode 2019-2024, menjadikannya perempuan pertama yang menduduki jabatan tersebut. Ia juga mewarisi basis politik dari almarhumah ibundanya, Andi Tja Tjambolang, yang juga merupakan mantan anggota DPRD Sulsel selama tiga periode.

Akademisi Universitas Muhammadiyah Makassar, Andi Luhur Prianto, menilai munculnya nama Andi Ina sebagai calon ketua merupakan momentum penting bagi Golkar Sulsel. Pengalaman politik dan posisinya sebagai kepala daerah memberikan nilai strategis bagi partai.

“Golkar membutuhkan figur yang mampu mengonsolidasikan kader dan membangun komunikasi lintas kelompok pasca-Musda. Andi Ina adalah politisi berpengalaman dan relatif minim resistensi internal,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *