MOINews.my.id —Makassar, SMAN 11 Makassar menegaskan komitmennya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan melalui pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) RAMAH 2026. Program yang berlangsung pada 13–17 Juli 2026 ini tidak hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan sekolah bagi peserta didik baru, tetapi juga menjadi pondasi pembentukan karakter sejak hari pertama mereka menginjakkan kaki di bangku SMA.
Mengusung tema “MPLS RAMAH 2026”, seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk membangun budaya sekolah yang menghargai setiap peserta didik, menumbuhkan rasa saling menghormati, serta memperkuat nilai-nilai disiplin, integritas, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.
Kepala SMAN 11 Makassar, Yuliana, S.Pd., M.Hum., mengatakan bahwa sekolah memiliki tanggung jawab tidak hanya mencetak siswa berprestasi, tetapi juga membentuk generasi yang berkarakter dan memiliki etika dalam kehidupan sehari-hari.
“Peserta didik baru harus memahami bahwa sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga tempat membangun karakter, etika, dan kepemimpinan. Kami ingin seluruh siswa merasa aman, dihargai, dan memiliki semangat untuk meraih prestasi,” ujarnya.
Menurut Yuliana, penerapan konsep MPLS Ramah menjadi bagian dari upaya sekolah menciptakan suasana belajar yang inklusif, humanis, dan terbebas dari praktik perpeloncoan maupun perundungan yang dapat mengganggu perkembangan psikologis peserta didik.
Sementara itu, Ketua Panitia MPLS SMAN 11 Makassar 2026, Malik Akbar Habibi, menjelaskan bahwa seluruh pelaksanaan kegiatan mengacu pada pedoman Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan serta arahan langsung dari Kepala Sekolah.
“Tahun ini kami kembali mengusung tema MPLS RAMAH 2026 seperti tahun sebelumnya. Seluruh panitia berkomitmen melaksanakan kegiatan sesuai aturan yang berlaku. Alhamdulillah, hari pertama berjalan tertib, aman, dan lancar,” katanya.
Ia menambahkan, persiapan kegiatan telah dimulai melalui pra-MPLS pada Jumat (10/7/2026), sebelum memasuki pelaksanaan inti selama lima hari. Menurutnya, keberhasilan MPLS bukan hanya diukur dari tertibnya penyelenggaraan, tetapi juga dari keberhasilan peserta didik menyerap nilai-nilai positif yang diberikan selama kegiatan.
“Kami berharap seluruh peserta didik mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah, memiliki rasa tanggung jawab, disiplin, serta menjadi generasi yang mampu menjaga nama baik SMAN 11 Makassar di mana pun berada,” ungkap Malik.
Di tengah tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks, seperti maraknya penyalahgunaan media sosial, kasus perundungan, hingga menurunnya etika pergaulan remaja, pelaksanaan MPLS dinilai memiliki peran strategis dalam membangun budaya sekolah yang sehat sejak awal.
Melalui MPLS RAMAH 2026, SMAN 11 Makassar kembali menunjukkan komitmennya menghadirkan pendidikan yang berpusat pada peserta didik, dengan menyeimbangkan pencapaian akademik dan pembentukan karakter. Sekolah berharap seluruh peserta didik baru dapat tumbuh menjadi generasi yang berintegritas, peduli terhadap sesama, serta siap menghadapi tantangan masa depan dengan semangat belajar dan nilai-nilai kebangsaan yang kuat.(R3)






